Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana caranya menyekolahkan anak dari TK sampai Sarjana Tanpa Hutang!

Andelz - senantiasa selalu diberikan kesehatan, Aamiin. Postingan kali ini Ibu Guru akan membahas , tentang Bagaimana caranya menyekolahkan anak dari TK sampai Sarjana Tanpa Hutang!, artikel ini kami rangkum sehingga mudah dipahami, efektif dan bermanfaat untuk pembaca, mari kita tingkatkan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan agar lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.
Daftar Isi
Melvin Mumpuni adalah seorang perencana keuangan profesional dan pendiri Finansialku com. Berpengalaman di bidang keuangan personal, seperti cash flow management, asuransi dan investasi. Telah menulis dan diliput di beberapa media cetak dan elektronik.

BUKU INI KAMI DEDIKASIKAN BAGI PARA ORANG TUA YANG INGIN SERIUS MENYIAPKAN DANA PENDIDIKAN UNTUK BUAH HATINYA.

AGENDA
  • BAB 1 Tiga kesalahan FATAL yang membuat anak terancam TIDAK DAPAT di SEKOLAH hingga kuliah karena BIAYA
  • BAB Il Solusi yang dapat Anda lakukan SEKARANG juga!

Di sini, kami ingin membagikan tiga buah kisah menarik tentang perjuangan orang tua yang menyiapkan biaya pendidikan anaknya.

Kami yakin, kisah-kisah berikut akan menginspirasi Anda dalam merencanakan pendidikan bagi anak Anda.

Kisah Bu Fina, Usia Anak Newborn Baby

Dua bulan yang lalu, Fina (26 tahun) baru saja melahirkan anak pertamanya, Romi. Fina selalu memberikan yang terbaik untuk Romi dari mulai memberikan ASI eksklusif hingga mempelajari ilmu parenting jaman now.

Suatu hari, Fina menghadiri acara temu kangen bersama teman-teman SMA-nya di sebuah kafe. Diskusi hangat di sore hari itu mendadak menjadi sebuah ketakutan luar biasa bagi Fina. Mengapa begitu? Rasa cemas muncul dalam diri Fina setelah mendengar salah seorang temannya menceritakan pengalamannya mendaftarkan anak ke Play Group.

Ratna, teman Fina mengatakan: “Gila banget, masa kemaren ngedaftarain anak gue masuk Play Group kena biaya sampai Rp 10 juta! Belum lagi uang sekolah bulanan sampai Rp 500 ribuan.”

Fina dan teman-temannya yang lain cukup dibuat terkejut mendengar angka tersebut. Saat itu, otak Fina dipenuhi oleh satu pertanyaan: #UangDarimana?

Fina pun bertanya ke Ratna,
“Na, kok ga cari sekolah yang lebih murah aja?"

Ratna menjawab,
“Finaaa... tu Play Group gue zaman dulu,’

“Masa nyokap gue bisa bayarin gue sama adek-adek gue di Play Group itu, tapi gue gak bisa nyekolahin anak gue di situ? Malu doong!!!"

“Sebenernya kalau gue maksain, bakal berat sih buat gue. “Apa gue kerja juga ya? Bantu suami biar bisa bayarin uang sekolah anak gue? Tapi, nanti siapa yang rawat anak gue di rumah? Masa harus sewa baby sitter? Nambah pengeluaran lagi dong...”

Fina seketika tertegun dan memikirkan perkataan Ratna:
  • Ada rasa bersalah dalam diri orang tua apabila tidak bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak. Setidaknya, kualitas pendidikan untuk sang anak harus sama lah dengan orang tua, kalau bisa lebih baik.
  • Di sisi lain, kalau orang tua tetap memaksakan, bisa jadi memberatkan pengeluaran rumah tangga. Gimana dong bayar kebutuhan pokok lainnya?
  • Bisa sin nabung dulu satu tahun, tapi kasihan ‘kan anaknya? Masa anak terpaksa terlambat masuk sekolah hanya karena orang tua telat mempersiapkan biaya pendidikan?
Itu baru masalah anak masuk Play Group yang uangnya masih keitung. Bagaimana dengan uang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, kuliah S1 sampai kuliah S2? Butuh berapa banyak? Kekhawatiran Fina sebenarnya dapat dicegah dengan segera mulai merencanakan dana pendidikan sedini mungkin.

Kesalahan #1:

Tidak melakukan dan terlambat merencanakan dana pendidikan anak.ltu baru masalah anak masuk Play Group yang uangnya masih keitung.

Kisah Bu Inan, Usia Anak 6 Tahun

Inan (32 tahun) adalah seorang wanita karier sekaligus ibu muda, seperti banyak wanita di zaman modern ini. Inan selalu concern dengan dana pendidikan anak. Itulah mengapa, dia berinisiatif untuk tanya sana-sini, termasuk bertanya ke orang tuanya tentang strategi menyiapkan biaya pendidikan anak.

Sejauh ini, strategi yang digunakan adalah deposito di
bank (bunga 4,2% per tahun), tabungan berjangka (bunga
5% - 6% per tahun) dan asuransi pendidikan.

Dia berharap sederetan strategi tersebut dapat
memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Tahun ini, saat anaknya masuk SD, Inan mencairkan
sebagian deposito, tabungan berjangka, dan asuransi
pendidikan yang telah disiapkan jauh-jauh hari.

Dari hasil hitung-hitung biaya yang dibutuhkan dan
keuntungan investasi yang didapat, ternyata didapatkan
perhitungan berikut ini:

* Uang pangkal SD : Rp 2ojuta

* Biaya lain-lain : Rp 7juta
* Hasil tabungan berjangka | : Rp 17 juta
+ asuransi pendidikan

- Kekurangan : Rp10juta

Ternyata, Inan masih kekurangan dana sebesar
Rp 10 juta.

Artinya, usaha yang sudah dilakukan belum dapat
memenuhi 100% biaya pendidikan anaknya.

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
Apakah hal demikian salah?
Jawabannya sama sekali tidak salah.

Coba bayangkan jika Inan tidak mulai menyiapkannya.
Maka biaya yang harus disediakan mencapai Rp 27 juta.
WOW!!! #UangDarimana?

Kejadian yang menimpa Inan itu cuma kasus kekurangan
biaya masuk SD, bagaimana kalau kekurangan biaya
masuk SMP, SMA, dan kuliah S1?

Nah kalau begitu,

+ Apakah hasil investasi yang katanya bisa mencapai
4% - 6% per tahun masih cukup?

+ Faktanya kenaikan biaya pendidikan mencapai
10% - 15% per tahun.

Bagaimana kondisinya saat nanti akan menyiapkan biaya
kuliah S1? Berapa dana yang harus disiapkan Inan?

Percaya tidak percaya, kejadian yang dialami Inan ini
bukanlah kejadian langka. Banyak orang yang berinvestasi
tanpa rencana yang jelas.

Jadi tidak aneh jika saatnya tiba, orang tua masih harus

“nombok’ (menambahkan dana).

Kesalahan #2:
Berinvestasi terlalu sedikit dan tidak mempedulikan faktor
inflasi.

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
 

Kisah Bu Sisi, Usia Anak 17 Tahun

Sisi (39 tahun) adalah seorang ibu rumah tangga. Tahun
depan, anak sulungnya akan lulus SMA dan masuk kuliah.

Sama seperti orang tua pada umumnya, Sisi ingin
anaknya bisa masuk ke universitas favorit. Tujuannya?
Jelas, agar anaknya bisa dengan mudah mendapat
pekerjaan.

Sisi DUN Mencoba mencari tahu berapa biaya yang harus
dikeluarkan untuk masuk kuliah dan berapa biaya SKS-
nya.

Setelah mendapatkan informasi, ternyata:
* Biaya masuk Rp 35 juta
- Biaya semesteran Rp g juta

Saat mencoba melihat uangnya di tabungan, ternyata
sekarang ini uang Sisi tidak bisa mencukupi biaya tersebut,
Mengingat ada anak ke 2 dan 3 yang masih sekolah di SMA
dan SMP.

Sisi pun berinisiatif untuk berinvestasi. Dia mencari produk-
produk investasi yang mampu memenuhi biaya tersebut.

Prinsipnya, lebih baik investasi daripada utang buat sekolah.
la tidak mau kejadian-kejadian tidak diinginkan terjadi:

“Nanti ijazah anaknya harus ditahan buat jaminan bayar

sekolah.”
“Baru lulus kuliah sudah harus langsung bayar cicilan.”

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak 11
12

 

Akhirnya, demi mencegah kekhawatiran itu terjadi, Sisi
mengikuti seminar investasi yang dibawakan oleh seorang
yang mengaku ahli.

Dalam seminar tersebut, si ahli menawarkan :

“Bu, kalau gak mau repot dan hasil maksimal, maka
titipkan saja uang Ibu ke saya.’

“Nanti saya kelola uang ibu."

“Dari hasil keuntungannya, nanti kita bagi hasil. Setengah
untuk saya, dan setengah untuk Bu Sisi,’

Singkat cerita, Bu Sisi pun tertarik dengan “jalan pintas’
dan “solusi cepat” yang ditawarkan oleh si ahli.

Setelah 2 bulan rutin menyetorkan uang kepada orang
yang mengaku sebagai ahli tersebut, ternyata si ahli
menjadi buronan polisi. Rupanya, dia bukan ahli investasi,
melainkan ahli menipu!

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
 

Sisi pun merasa sangat frustrasi, karena uang yang
tadinya disiapkan untuk biaya pendidikan anak malah raib
kena tipu.

Kesalahan #3:
Jangan asal pilih produk investasi. Pilinlah produk yang
diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Jangan pernah menitipkan uang kepada ahli siapa pun.
Jika Anda ingin uang Anda dikelola dengan aman, maka
berinvestasilah di reksa dana. Satu-satunya yang boleh
mengelola dana masyarakat adalah Perusahaan Manajer
Investasi.
 

Berdasarkan tiga cerita tersebut, dapat disimpulkan
bahwa tiga kesalahan FATAL yang membuat anak
terancam TIDAK DAPAT SEKOLAH hingga kuliah karena
BIAYA adalah:

  • Tidak melakukan dan terlambat merencanakan dana pendidikan anak.
  • Berinvestasi terlalu sedikit dan tidak memperdulikan faktor inflasi.

+ Jangan asal pilih produk investasi. Pilihlah produk yang
diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Oke, setelah mengetahui kesalahan-kesalahan yang
kerap dilakukan orang tua, lalu bagaimana solusinya?

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
Your Persona eee Assistant

Q' Tie L 1.40 eee

RENCANAKAN
DANA PENDIDIKAN ANAK
DENGAN APLIKASI FINANSIALKU

 

 

Download di :

Aplikasi.Finansialku.com Atau a Google play
aT Solusi yang dapat Anda lakukan
SEKARANG juga!

 

 

“BIG DREAMS HAPPEN
ONE SMALL STEP AT A TIME.”

Alexander Levit - Founder, Inspiration at Work

Sebagai perencana keuangan, kami sering menemui
kasus seperti yang dihadapi oleh Ibu Mawar, Ibu Melati,
dan Ibu Anggrek.

Pada dasarnya setiap orang tua ingin memberikan yang
terbaik untuk anaknya.

Salah satu buktinya, setiap lbu berusaha memberikan ASI
yang ekslLusif ketika bayinya baru lahir.

16 Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
Bayi tersebut tumbuh dari tahun ke tahun menjadi
seorang anak, remaja dan akhirnya seorang dewasa,

+ Mereka tidak lagi memerlukan ASI,

+ Mereka sekarang memerlukan edukasi,
* Apakah Anda sudah mulai beraksi?

* Apakah Anda sudah memiliki asuransi?
* Apakah Anda sudah berinvestasi?

Kami yakin setiap orang tua pasti bisa untuk menyiapkan
dana pendidikan anaknya, mulai dari masuk TK sampai
lulus jadi sarjana!

Syaratnya mudah, mulailah dengan perencanaan dan
menjalankannya dengan konsisten.

Di Finansialku, kami menangani banyak kasus orang tua
yang mau menyiapkan biaya pendidikan anaknya.

Bagaimana cara perencana keuangan di Finansialku
bantu klien-klien menyiapkan biaya pendidikan anak?

 

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak 17
18

Jawabannya adalah dengan perencanaan dana

pendidikan anak. Gambar 3 adalah framework yang kami
gunakan untuk membantu klien kami.

Bagian pertama dalam framework tersebut adalah
melakukan riset. Kita perlu tahu berapa dana yang
diperlukan untuk biaya pendidikan anak.

   
   
  

C7 =
=f Riset Data
&

Review

Berkala VU cola
Perhitungan

  

 

 

 

 

 

 

     
    

 

  
 

mY

Strategi
Investasi

     

Strategi
Asuransi

Gambar 3 : Framework Persiapan dan Pendidikan Anak
Sumber : Finansialku.com, 2018

Bagian kedua adalah lakukan perhitungan:

- Berapa kekurangan dana?

- Berapa dana yang harus diinvestasikan setiap

bulannya?

- Berapa target investasi bulanan?
* Investasi di mana?

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
Sebelum berinvestasi, ingatlah untuk berasuransi. Satu hal
yang perlu Anda ketahui, jangan salah memilih produk
asuransi.

9

 

Pilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan
Anda! Tepat jumlah! Tepat manfaat!

Setelah memiliki rencana investasi dan proteksi, langkah
selanjutnya mulailah berinvestasi.

Sekarang ini sudah ada banyak produk-produk investasi
yang cocok untuk kebutuhan dana pendidikan anak,
seperti reksa dana, saham, surat utang (obligasi) dan lain
sebagainya.

Tapi kan...

* Investasi itu repot

* Investasi itu ribet

: Investasi itu butuh uang besar
* Investasi itu berisiko

Salah satu klien kami pernah mengatakan: “Seribet-
ribetnya berinvestasi, lebih ribet lagi kalau gara-gara
masalah uang, anak lalu gak bisa sekolah."

Finansialku memiliki sebuah framework yang dapat
membantu Anda mengoptimalkan investasi.

Framework LASERTM disusun untuk orang-orang awam

yang ingin mulai berinvestasi hingga mencapai hasil yang
maksimal.

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak 19
20

Tahapan terakhir setelah membuat rencana dan
menjalankannya adalah melakukan review.

Review adalah tahapan yang tak kalah penting. Di situ, kita
memastikan bahwa investasi yang kita lakukan sudah
sesuai target.

Jika memang belum sesuai, maka Anda dapat melakukan
perbaikan atau revisi.

Setelah membaca penjelasan-penjelasan sebelumnya,
kita dapat menyimpulkan satu hal yang dapat Anda
lakukan sekarang adalan MULAI MERENCANAKAN DANA
PENDIDIKAN ANAK.

Anda dapat menggunakan jasa perencana keuangan
atau membuatnya sendiri.

Kursus online Finansialku, mengenai perencanaan dana
pendidikan anak mengulas kelima bagian dari framework
tersebut dan dapat langsung dipraktikkan.

 

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
~

     
  
   

G Finansialku..

 
   

4

uF 3 7
i. a e>—
S <#

a |
a
1

BAGAIMANA CARA MERENCANAKAN
DANA PENDIDIKAN ANAK?

 

Daftar Sekarang

£ “= 5 fx _..
, Finansialku i289 Finansialku.com UU) aFinansialku_com
  
   

a

22

MATERI KURSUS ONLINE —
PERENCANAAN DANA PENDIDIKAN ANAK

01 Pendahuluan Dana Pendidikan Anak

Mengapa penting mulai merencanakan dana pendidikan? Beberapa fakta

berdasarkan hasil survey singkat orang tua di Indonesia terhadap dana pendidikan
anak.

o2 Aturan kursus online
Tips memulai kursus online agar hasil maksimal dan peserta dapat segera memiliki
rencana dana pendidikan anak.

03 Cara menyiapkan dana pendidikan anak
Strategi yang harus disiapkan untuk mulai merencanakan dana pendidikana anak.
Gunakan 5 tahapan dalam framework yang digunakan oleh Finansialku.com

04 Tahap 1: Research Biaya Pendidikan
Cara-cara memulai mencari data dan/atau informasi terkait biaya pendidikan anak.
Gunakan lembar kerja (worksheet) untuk mempermudah rekapitulasi data.

05 Tahap 2: Menghitung Kebutuhan Biaya Pendidikan
Tips dan trik untuk menghitung kebutuhan biaya pendidikan dengan memperhatikan
faktor inflasi atau kenaikan biaya pendidikan.

06 Contoh menghitung dana pendidikan anak dengan Aplikasi Finansialku
Contoh perhitungan dana pendidikan dengan menggunakan aplikasi Finansialku.

07 Strategi asuransi
Strategi untuk manajemen risiko terhadap tulang punggung keluarga, pasangan dan
anak.

o8 Asuransi apa yang dibutuhkan dan berapa?

Menentukan asuransi yang dibutuhkan, uang pertanggungan yang dibutuhkan dan
periode asuransi.

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak
  
   

a

MATERI KURSUS ONLINE —™
PERENCANAAN DANA PENDIDIKAN ANAK

Menentukan investasi yang cocok untuk dana pendidikan anak, dari mulai masuk
playgroup, taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA dan sarjana.

10 Investasi jangka pendek, menengah dan panjang
Strategi investasi untuk kebutuhan jangka pendek, jangka menengah dan jangka
panjang dikaitkan dengan kebutuhan dana pendidikan anak.

11 Cara optimalisasi investasi - LASER
Framework yang digunakan oleh Finansialku.com untuk mengoptimalkan hasil
investasi, kKnususnya untuk pemula yang belum memiliki pengalaman berinvestasi.

12 Investasi reksa dana
Pengenalan investasi reksa dana, sebagai salah satu produk investasi yang mudah
dan cocok untuk pemula.

13 Investasi saham
Pengenalan investasi saham, khususnya sebagai produk investasi untuk jangka
panjang.

14 8 Kesalahan yang sering terjadi terkait pendidikan anak
Kesalahan-kesalahan fatal yang seirng kami temui dalam merencanakan dana
pendidikan. Beberapa kesalahan memiliki dampak yang signifikan.

15 Tahap 5: Review Rencana Dana Pendidikan

Cara melakukan review terhadap rencana dana pendidikan, agar pelaksanaan
berjalan sesuai rencana.

Ikuti terus Andelz di aplikasi Google News dengan cara klik Following untuk mendapatkan update terbaru dengan sangat mudah.

Demikian Tentang Bagaimana caranya menyekolahkan anak dari TK sampai Sarjana Tanpa Hutang!

Terima kasih atas kunjungannya, untuk berdiskusi tentang Bagaimana caranya menyekolahkan anak dari TK sampai Sarjana Tanpa Hutang!, silahkan tulis pada kolom komentar atau bisa menghubungi dengan klik menu kontak di blog ini, dan jangan lupa untuk share ke media sosial kalian ya ^-^, Sekian dari kami semoga bermanfaat, salam Pendidikan!

Artikel ini sudah publish dengan link https://www.andelina.me/2022/10/bagaimana-caranya-menyekolahkan-anak.html.

Disclaimer: Setiap artikel yang berhubungan dengan soal-soal beserta kunci jawabannya, bertujuan untuk membantu siswa belajar dalam persiapan menghadapi UTS/PTS maupun UAS/PAT di sekolah. Tidak ada unsur membocorkan soal yang sifatnya rahasia.
Super Thanks Silahkan yang ingin mentraktir Admin, Dana akan digunakan untuk pengembangan website ini www.andelina.me, Terima kasih.