Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENGERTIAN COACHING, COACHING PERENCANAAN, PERCAKAPAN TIRTA, REFLEKSI, PEMECAHAN MASALAH DAN KALIBRASI

Andelz - senantiasa selalu diberikan kesehatan, Aamiin. Postingan kali ini Ibu Guru akan membahas Coaching, tentang PENGERTIAN COACHING, COACHING PERENCANAAN, PERCAKAPAN TIRTA, REFLEKSI, PEMECAHAN MASALAH DAN KALIBRASI, artikel ini kami rangkum sehingga mudah dipahami, efektif dan bermanfaat untuk pembaca, mari kita tingkatkan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan agar lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.

Pengertian
Coaching, coaching perencanaan, coaching percakapan TIRTA, coaching Refleksi, coaching
Pemecahan Masalah dan coaching Kalibrasi.
Salah satu
keterampilan yang diperlukan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas adalah
keterampilan coaching sebagai bentuk pendekatan komunikasi sebagai seorang
pendidik dan atau sebagai seorang piminan. Mengapa perlu keterampilan coaching?
Bagi Guru pendekatan Coaching dalam komunikasi diperlukan karena kita melihat
para murid kita sebagai sosok merdeka. Begitu pula bagi kepala sekolah dan
pengawas harus menempatkan bawahnya sebagai mitra. Sosok yang dapat menentukan
arah dan tujuan pembelajarannya, serta meningkatkan potensinya sendiri. Mereka
hanya memerlukan dorongan dan tuntunan dari Anda sebagai pemimpin pembelajaran
untuk melejitkan potensi mereka. Tentunya ini bukan hal yang mudah karena
sebagai pemimpin pembelajaran terkadang kita tergoda untuk berupaya membantu
permasalahan murid secara langsung dengan memberikan solusi dan nasehat. Dengan
keterampilan coaching dalam berkomunikasi, harapannya anak didik (bagi guru)
dan guru (bagi kepala sekolah) serta kepala sekolah (bagi pengawas) akan
menjadi lebih terarah dan dapat menemukan solusinya secara mandiri yang pada
akhirnya dapat meningkatkan potensi mereka.

 

Lalu Apa Persamaan dan Perbedaan antara Coaching dengan Mentoring, Training,
dan Consulting
? Pada dasarnya keempat
jenis kegiatan di atas sama-sama untuk membantu kliennya mencapai tujuan yang
diharapkan. Adapun Perbedaan antara
Coaching dengan Mentoring, Training, dan Consulting,
bahwa Coaching adalah
proses ketika Anda dibantu oleh seorang coach untuk mencapai sebuah tujuan /
goal yang Anda tentukan. Mentoring adalah proses berbagi pengalaman dan
pengetahuan dari seorang yang sudah berpengalaman kepada seseorang yang yang
ingin belajar di bidang tersebut. Training adalah proses transfer skill /
kemampuan kepada para peserta training. Di sini kata kuncinya adalah proses
penguasaan skill / kemampuan. Consulting adalah ketika Anda meminta bantuan
seorang ahli (konsultan) untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi.

 

Bagi kepala sekolah dalam
hubungan dengan membantu guru dan pengawas sekolah dalam hubungan membantu
kepala sekolah ada beberapa jenis coaching yang dapat dilakukan antara lain: coaching
perencanaan, coaching melalui Percakapan TIRTA, coaching Refleksi, coaching Pemecahan
Masalah dan coaching Kalibrasi. Apa dan bagaimana persamaan dan perbedaan perbedaan
coaching perencanaan, Refleksi, Pemecahan Masalah dan Kalibrasi? 

Berikut ini
uraian singkat tentang hal tersebut. Uraian ini mengambil contoh penerapan coaching
oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah. tulisan ini merupakan
 panduan dan
sekaligus disertai beberapa contoh percakapan coaching untuk membuat rencana, percakapan
coaching untuk melakukan refleksi, percakapan coaching untuk memecahkan masalah,
percakapan coaching untuk melakukan kalibrasi, dan perbedaan antara keempat percakapan
coaching di atas.

 

A.
Membuat Rencana Pendampingan (Coaching Plan)

Percakapan untuk membuat
rencana pendampingan dilakukan di awal pertemuan antara Pengawas Sekolah dengan
Kepala Sekolah untuk membahas capaian kompetensi yang diharapkan selama 1 tahun
pendampingan. Percakapan rencana pendampingan ini dibuat untuk pencapaian
pengembangan selama 3 bulan dan secara berkala diperbaharui setiap 3 bulan
sekali, Di bawah ini adalah alur yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk
membuat rencana pendampingan di awal pendampingan:

1) Bagian awal pertemuan

Perkenalan
dengan kepala sekolah menjelaskan tujuan pendampingan selama 1 tahun.

·              
Capaian Kompetensi yang diharapkan

·              
Topik diskusi yang bisa dibahas terkait
isu-isu praktik kepemimpinan pembelajaran   sehari-hari,
mendiskusikan perencanaan kerja kepala sekolah, memfasilitasi refleksi Kepala
Sekolah, dan penerapan hasil pembelajaran

·              
Menjelaskan apa itu coaching dan ciptakan
suasana yang akrab agar terjalin hubungan kemitraan agar kepala sekolah dapat
nyaman terbuka untuk berbagai kemungkinan (diisi dengan aktivitas awalan/pembuka
untuk memulai coaching, dan diisi dengan menanyakan kabar, proses yang yang
berjalan dalam satu bulan terakhir, memberikan apresiasi, dll)

 

2) Bagian inti percakapan

Contoh
Percakapan

Buka
dengan menyapa kepala sekolah, jelaskan bahwa tujuan percakapan adalah mermbantu
kepala sekolah membuat Rencana Pengembangan

·              
Ajukan pertanyaan 1: Apa yang ingin
dikembangkan dalam 3 bulan ke depan?

Dengarkan
kata kunci dan gali lebih

·              
Ajukan pertanyaan 2: Apa yang menjadi ukuran
keberhasilannya?

Dengarkan
1-4 ukuran, perdalam satu per situ

·              
Area apa yang perlu dikembangkan

Dengarkan
kalau bisa ada 1-3 area, dan berbentuk kompetensi, pola pikir, keterampllan
baru

·              
Kekuatan apa yang sudah Anda miliki

Dengarkan,
gali sedikit

·              
Dukungan seperti apa yang Anda butuhkan?

Dengarkan
dan pastikan bentuk menggail dan membuat kepala sekolah lebih jelas, bentuk
dukungan seperti apa yang dibutuhkan bukan hanya dari siapa.

 

3) Bagian akhir percakapan

Dtutup dengan menyimpulkan
rencana pendampingan dan mengisi rencana pengembangan diri untuk 1 tahun
kedepan. Menyepakati jadwal dan topik capaian generik dan topik kebutuhan pengembangan
pribadi. 

 

B.
Percakapan TIRTA

Percakapan menggunakan alur
TIRTA dilakukan Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah di dalam sesi coaching
yang terjadwal. Pengawas Sekolah menggunakan percakapan TIRTA di saat melakukan
couching kepada Kepala Sekolah untuk topik wajib yaitu penerapan pembelajaran
paradigma baru. Di bawah ini adalah langkah pelaksanaan yang bisa menjadi acuan
Pengawas Sekolah untuk melakukan sesi coaching dengan alur TIRTA:

1)
Bagian awal coaching

Mengawali
sesi coaching dengan menanyakan kabar, proses yang sudah dilalui dalam satu
bulan terakhir, memberikan apresiasi, mengingatkan rencana pendampingan yang dibuat
bersama dari pertemuan sebelumnya

2) Bagian inti coaching

Sekitar
45 menitt diskusi penerapan pembelajaran paradigma baru menggunakan alur TIRTA

·       Sepakati Tujuan
Percakapan bersama Kepala Sekolah

Ajukan pertanyaan terdiri dari agenda topik
percakapan dan hasil dari percakapan

Pertanyaan tentang agenda

“Apakah
topik/agenda percakapan kita kali ini?”

Pertanyaan tentang hasil:

“Apa
yang ingin Bapak/Ibu dapatkan dari percakapan”

·     Membantu Kepala Sekolah untuk Identifikasi apa saja yang sebetulnya
ada di dalam situasinya saat ini. Ini mencakup fakta yang kasat mata dan tidak
karat mata (perasaan, keinginan, dorongan). Tujuan dari tahap ini adalah
memperjelas, menggali dan memetakan situasi.

       Situsinya
sekarang seperti apa?

       Apa
yang mempengaruhi hal itu?

       Situasi
yang diinginkan sepetti apa?

       Apa
yang bisa membuat itu tenvujud?

 

·     Tahap Recana
Aksi. Tahap ini adalah tahap mengeksplorasi gagasan kemungkinan dan rencana. Jika
Kepala Sekolah sudah bisa melihat situasi dengan cara baru (tahap 1) biasanya
ia sudah siap diajak mengeksplorasi gagasan atau afternatif baru. Dari tahap
ini bisa keluar 1-3 gagasan, tidak perlu terlalu banyak yang penting gagasan
harus dibuat spesifik dan detil. Pengawas Sekolah boleh brainstorming atau
berbagi pengalaman jika diminta.

       Ada
gagasan apa untuk ……..     

       Apa
yang harus disiapkan untuk itu

       Apa
yang bisa memastikan hal itu berjalan

       Apa
kriteria…..yang diinginkan?

       Apa
lagi?

 

·              
Tahap Tanggung
Jawa. Pada tahap Tanggung Jawab tugas Pengawas Sekolah adalah mengukuhkan komitmen
dan meminta Kepala Sekolah membangun struktur akuntabilitasnya. Minta Kepala
Sekolah menyimpulkan hasil percakapan coaching.

   Jadi apa yang akan dilakukan setelah sesi ini dari
alternatif-alternatif tadi?

   Kapan? Siapa yang perlu dihubungi?

   Bagaimana Bapak/lbu memastikan ini bisa berjalan?

   Siapa yang perlu dimintai dukungan?

 

3) Bagian akhir coaching

·       Sesi Coaching ditutup dengan mengundang
Kepala Sekolah untuk menyimpulkan hasil dari sesi ini dengan bertanya

Apa yang bisa disimpulkan dari sesi ?

Apa yang menjadi insight dari sesi ini?

·              
Setelah ditutup silahkan memberikan apresiasi,
motivasi dan membahas rencana coaching selanjutnya.

 

C.
Percakapan Berbasis Coaching Untuk Refleksi

Percakapan berbasis coaching
untuk refleksi bisa dilakukan sebagai pilihan topik lain selain topik wajib
selama sesi coaching yang terjadwal. Percakapan untuk refleksi bisa dilakukan
dalam beberapa kondisi seperti:

    Setelah ada aktivitas yang dilakukan oleh
Kepala Sekolah sendiri

    Setelah mengikuti suatu aktivitas

    Setelah menyelesaikan suatu aktivitas atau
togas

    Saat Kepala Sekolah sedang melakukan refleksi
diri

Saat melakukan percakapan
untuk refleksi, beri banyak ruang hening. lzinkan Kepala Sekolah mengungkapkan
refleksinya dengan bebas dan jaga presence untuk membantu menjaga
“ruang” percakapan yang aman dan nyaman bagi Kepala Sekolah.

 

Di bawah ini adalah langkah
pelaksanaan yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk melakukan percakapan
coaching untuk refleksi:

1) Bagian awal pertemuan

Bangun
suasana tenang dan nyaman saat topik percakapan adalah untuk memecahkan masalah,
melakukan refleksi. Ciptakan suasana yang akrab agar terjalin hubungan
kemitraan agar Kepala Sekolah dapat nyaman terbuka untuk berbagai kemungkinan.

2) Bagian inti percakapan

Contoh
Percakapan

·         
Ajak coachee menggambarkan masalahnya.

·         
Lalu ajak melihat apa yang ingin dicapainya
jika masalah hilang.

·         
Ajak couchee melihat faktor-faktor yang menyebabkan
masalahnya terjadi dan faktor-faktor yang bisa membuat hal itu hilang.

·         
Ajak coochee memikirkan gagasan untuk
mengatasinya. Dalam percakapan ini silahkan untuk brainstorming dengan coachee,

 

3) Bagian akhir percakapan

Ditutup
dengan mengundang Kepala Sekolah untuk menyimpulkan insight/ pembelajaran/ kesadaran
apa yang didapat dari hasil percakapan untuk menyelesaikan masalahnya. Tanyakan
dari kesadaran itu apa yang akan dilakukan.

D. Percakapan Berbasis Coaching Untuk Pemecahan Masalah

Percakapan berbasis coaching
untuk pemecahan masalah bisa dilakukan sebagai pilihan topik lain selain topik
wajib selama sesi coaching yang terjadwal atau yang tidak terjadwal sesuai
kebutuhan Kepala Sekolah. Percakapan untuk pemecahan masalah bisa dilakukan
dalam beberapa kondisi seperti

·   Saat Kepala sekolah mengontak (menghubungi)
Pengawas Sekolah karena menghadapi masalah, merasa buntu, merasa tidak jelas,
merasa tidak berdaya, merasa tidak mampu.

·         
Saat Kepala Sekolah mengalami krisis

·         
Saat Kepala Sekolah membutuhkan bantuan dari
luar sedang melakukan refleksi diri

 

Saat melakukan percakapan
untuk pemecahan masalah jaga sikap terbuka, netral dan ingin tahu. Jangan
terbawa dalam “masalah coachee” fokus pada Kepala Sekolah. Sering-sering
bertanya mengajak Kepala Sekolah melihat dari area yang netral / helicopter
view
. Apabila diperlukan bisa menggunakan visual/mind map untuk membantu
coachee bisa melihat masalahnya.

 

Di bawah ini adalah langkah
peraksanaan yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk melakukan percakapan
coaching untuk pemecahan masalah:

 

1) Bagian awal pertemuan

Bangun
suasana tenang dan nyaman saat topik percakapan adalah untuk memecahkan masalah.
melakukan refleksi. Ciptakan suasana yang akrab agar terjalin hubungan
kemitraan agar Kepala Sekolah dapat nyaman terbuka untuk berbagai kemungkinan.

2) Bagian Inti percakapan

Contoh
Percakapan

·         
Ajak coochee menggambarkan masalahnya,

·         
Lalu ajak melihat apa yang ingin dicapainya
jika masalah hilang.

·         
Ajak coachee melihat faktor-faktor yang menyebabkan
masalahnya terjadi dan faktor-faktor yang bisa membuat hal itu hilang.

·         
Ajak coachee memikirkan gagasan untuk mengatasinya.
Dalam Percakapan silahkan untuk brainstorming dengan coachee.

3) Bagian akhir percakapan

Ditutup
dengan mengundang Kepala Sekolah untuk menyimpukan insight / pembelajaran /
kesadaran apa yang didapat dari hasil percakapan untuk menyelesaikan masalahnya.
Tanyakan dari kesadaran itu apa yang akan dilakukan.

 

E.
Percakapan Berbasis Coaching Untuk
Kalibrasi Dan Membuat Rencana Pengembangan

Percakapan berbasis coaching
untuk kalibrasi dilakukan setiap 3 bulan saat membicarakan kemajuan
perkembangan diri yang ditutup dengan membuat rencana pengembangan selama 3
bulan ke depan. Selain di sesi coaching yang terjadwal percakapan untuk
kalibrasi bisa dilakukan:

·         
Saat Kepala Sekolah ingin melakukan penilaian
kinerja/ perkembangannya terhadap suatu standar/kriteria

·         
Saat perlu melakukan penyesuaian ulang atas
rencana terhadap standar/ kriteria tersebut

 

Saat melakukan percakapan
untuk kalibrasi jaga sikap terbuka, netral dan ingin tahu. Di bawah ini adalah
langkah pelaksanaan yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk melakukan
percakapan coaching untuk kalibrasi

 

1) Bagian awal pertemuan

Bangun
suasana tenang dan nyaman dan pastikan dalam keadaan mental positif, slap untuk
berpikir bersarra, mampu hadir sepenuhnya. Pastikan memiliki intensi yang tepat
yaitu ingin terkoneksi bukan mengoreksi, ingin memahami bukan memberi tahu.

2) Bagian inti percakapan

Percakapan
berbasis coaching untuk Kalibrasi

Mulai
dengan mengundang Kepala Sekolah menilai apa hal-hal yang sudah bagus. Berikan
penghargaan atas hal-hal yang sudah baik. Lalu gunakan hal yang sudah baik
untuk meningkatkan atau mengembangkan hal-hal yang belum sesuai target/keinginan.
Berikan umpan balik secara spesifik dan positif.

3) Bagian Akhir percakapan

·           
Percakapan berbasis coaching untuk Rencana
Pengembangan

Ditutup
dengan mengundang Kepala Sekolah membuat rencana pengembangan untuk periode
selanjutnya, Lanjutkan percakapan untuk membuat rencana pendampingan.

·         
Ajukan pertanyaan 1: Apa yang ingin dikembangkan
atau kompetensi apa yang ingin lebih dikembangkan dalam 3 bulan ke depan?

Dengarkan
kata kunci dan gall lebih dalam

·         
Ajukan pertanyaan 2: Apa yang menjadi ukuran
keberhasilannya kali ini?

Dengan
1-4 ukuran perdalam satu per satu

·         
Area apa an perku dikembangkan agar tujuannya
tercapai? Dengarkan kalau bisa ada 1-3
area, dan berbentuk kompetensi, pola pikir, keterampilan baru

·         
Kekuatan apa yang sudah Anda miliki

Dengarkan,
gali sedikit

·         
Dukungan seperti apa yang Anda butuhkan?

Dengarkan dan pastikan bentuk menggali dan
membuat kepala sekolah lebih jelas, bentuk dukungan seperti apa yang dibutuhkan
bukan hanya dari siapa

·           
Percakapan berbasis coaching untuk Rencana
Pengembangan

Ditutup
dengan mengundang Kepala Sekolah menyimpulkan pencapaian yang sudah tercapai
dan rencana pengembangan diri untuk 3 bulan ke depan. Menyepakati jadwal dan
topik capaian generik dan topik kebutuhan pengembangan pribadi.

 

Persiapan
Coaching

Pelaksanaan coaching kepala
sekolah oleh pengawas sekolah ini pada dasarnya menjadi ruang aman dan nyaman
untuk kepala sekolah bercerita atau mendiskusikan hal yang dirasa dibutuhkan
dalam proses kepala sekolah memimpin pembelajaran dan penguatan kapasitas diri
kepala sekolah. Topik yang perlu dibahas tentunya suatu hal yang perlu
difasilitasi pembahasannya dalam proses coaching. Di dalam pelaksanaan
coaching, pengawas sekolah dapat menggunakan kompetensi coaching untuk percakapan-percakapan
yang dilakukan di luar sesi yang terjadwal. Hal ini bisa didorong oleh
kebutuhan kepala sekolah untuk memiliki teman berpikir dalam menghadapi situasi
tertentu atau kebutuhan untuk mengetahui kemajuan.

 

Sebelum pelaksanaan coaching
berikut persiapan yang perlu dilakukan oleh Pengawas Sekolah agar proses
coaching dapat berjalan optimal. Hal-hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan
adalah :

1.  Mengkomunikasikan dan menyepakati tujuan
coaching selama 1 tahun kepada kepala sekolah sebelum memulai kegiatan coaching

2.  Menuliskan tujuan dan topik coaching pada
setiap kegiatan coaching

3.  Mempelajari fokus kegiatan coaching berkala
dan materi-mareri yang berkaitan

4.  Dalam proses coaching Pengawas Sekolah
berperan untuk mengapresiasi pencapaian dan upaya implementasi yang sudah
dilakukan Kepala Sekolah, memotivasi, mendiskusikan bersama solusi untuk
tantangan dan kendala yang dihadapi, serta membantu Kepala Sekolah menemukan pembelajaran-pembelajaran
dalam setiap prosesnya


Ikuti terus Andelz di aplikasi Google News dengan cara klik Following untuk mendapatkan update Coaching, terbaru dengan sangat mudah.

Demikian Tentang PENGERTIAN COACHING, COACHING PERENCANAAN, PERCAKAPAN TIRTA, REFLEKSI, PEMECAHAN MASALAH DAN KALIBRASI

Terima kasih atas kunjungannya, untuk berdiskusi tentang PENGERTIAN COACHING, COACHING PERENCANAAN, PERCAKAPAN TIRTA, REFLEKSI, PEMECAHAN MASALAH DAN KALIBRASI, silahkan tulis pada kolom komentar atau bisa menghubungi dengan klik menu kontak di blog ini, dan jangan lupa untuk share ke media sosial kalian ya ^-^, Sekian dari kami semoga bermanfaat, salam Pendidikan!

Artikel ini sudah publish dengan link https://www.andelina.me/2022/06/pengertian-coaching-coaching.html.

Disclaimer: Setiap artikel yang berhubungan dengan soal-soal beserta kunci jawabannya, bertujuan untuk membantu siswa belajar dalam persiapan menghadapi UTS/PTS maupun UAS/PAT di sekolah. Tidak ada unsur membocorkan soal yang sifatnya rahasia.
Super Thanks Silahkan yang ingin mentraktir Admin, Dana akan digunakan untuk pengembangan website ini www.andelina.me, Terima kasih.