Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peran Tim Media Dalam Pengembangan Literasi Guru

Andelina.me - senantiasa selalu diberikan kesehatan, Aamiin. Pada artikel ini kamu akan mengetahui lebih banyak tentang Pendidikan, mengenai Peran Tim Media Dalam Pengembangan Literasi Guru. Untuk lebih jelasnya simak ulasan lengkap di bawah ini.
Andelina.me - Tim media adalah kekuatan bangsa, yang mampu mentransformasi setiap lapisan masyarakat, dari elit hingga rakyat jelata. Hal ini dapat terjadi karena media merupakan cermin masyarakat dalam berbagai aktivitas negara dan kehidupan bernegara.

Jika dilihat dalam konteks lahirnya bangsa Indonesia tercinta menuju terwujudnya masyarakat adil dan makmur, peran tim media dalam merevitalisasi media cetak komunitas semakin menonjol untuk meningkatkan angka melek huruf masyarakat Indonesia. Bagi guru, dan terutama bagi guru, itu seperti pelita di kegelapan, terkadang embun yang sejuk. Keinginan anak bangsa merupakan cita-cita generasi penerus bangsa.

Tim media, baik media cetak maupun media elektronik, sebenarnya memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan literasi guru di Indonesia. Jika kita menengok ke belakang, kita menemukan rangkaian acara yang terukir indah dan tersimpan rapi berkat jasa tak ternilai dari tim media.

Dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia, tidak banyak karya tim media yang tercatat dalam dokumen nasional, namun nyatanya capaian karya-karya yang mereka warisi tidak lekang oleh waktu.

Peran Tim Media Dalam Pengembangan Literasi Guru
Gambar. Peran Tim Media Dalam Pengembangan Literasi Guru



Untuk itu pengembangan literasi bagi guru/pendidik harus menjadi fokus utama agar pembekalan siswa/siswa dalam proses belajar mengajar dapat menginspirasi mereka untuk terus mencintai tim media secara profesional demi kelangsungan dan perkembangan generasi penerus bangsa. media.

Pengembangan literasi bagi guru/pendidik dianggap penting di semua jenjang pendidikan, mulai dari guru pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga guru sekolah menengah atas (SMA). Mengapa profesor/dosen universitas tidak disebutkan di sini? Itu karena profesor/dosen sudah memiliki pengalaman literasi, dan karena mereka menghadapi tugas menulis hampir setiap hari, mereka biasanya memiliki pengalaman yang solid.

Guru perlu memperhatikan beberapa hal dalam mengembangkan keterampilan literasi, antara lain:

1. Mengenali pentingnya menulis, artinya guru/pendidik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/SMK (SMA/SMK) perlu mendorong menulis untuk izinkan Setiap waktu luang dapat dikembangkan dengan menulis hal-hal yang bermanfaat dan penting

2. Isi waktu luang Anda dengan kegiatan membaca. Mengapa membaca penting untuk pengembangan diri guru/pendidik? Karena kita tahu bahwa membaca adalah kebutuhan utama semua orang dalam setiap situasi, kita ingat pepatah "tidak ada hari tanpa membaca"

3. Menjalin kemitraan dengan tim media, artinya guru/siswa dapat terlibat dengan tim media dalam mengoreksi, memperbaiki, dan menyempurnakan, selain menyimpan berbagai pengalaman menulis untuk kepentingan mereka sendiri. Menyelenggarakan kegiatan keterampilan menulis bagi guru/pendidik untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya.

4. Gunakan gairah untuk membaca karya orang lain sebagai motivasi untuk terlibat dalam menulis. Tujuannya membaca karya rekan kerja untuk mengembangkan semangat menulis pada diri guru/pendidik.

Keempat langkah di atas tentu belum sepenuhnya mewakili harapan guru/pendidik untuk mengasah kemampuan menulisnya, namun setidaknya dapat menjadi motivasi awal bagi guru untuk merangsang semangat menulisnya.

Guru sebenarnya memiliki kemampuan yang hebat, tetapi karyanya belum terekspos, membuat guru merasa tidak berarti bagi orang lain. Guru sebenarnya sudah berulang kali menuliskannya di buku kerjanya yang merupakan buku harian mengajar, namun masih pada tataran konseptual dan belum berkesempatan untuk berkarya dalam jangkauan yang lebih luas.

Melalui peran tim media dapat membantu mengembangkan semangat guru untuk menulis dalam kegiatan menulisnya. Kegiatan menulis bagi guru bukanlah tugas yang sulit, namun guru sendiri belum menyadari pentingnya menulis guru bagi generasi penerus. Guru dibutuhkan di segala lapisan masyarakat dalam pemenuhan tugasnya, karena guru adalah khazanah ilmu/tempat orang bertanya.

Karena itulah jika guru dilibatkan dalam mengisi rubrik media cetak melalui karyanya, besar kemungkinan akan lebih banyak pembaca yang tertarik untuk bereksperimen dengan media bacaan, apalagi di masa pandemi dimana guru memiliki keterbatasan ruang untuk bertemu siswa dan mantan siswa bahkan Masyarakat sekitar guru. terkenal. Jadi, dengan menulis di media, pembaca pasti bisa menikmati semua kemampuan guru.

Kami berharap melalui peran tim media, guru/pendidik terinspirasi untuk menulis, sehingga semua pengalaman guru dapat tersalurkan ke media cetak dan elektronik, sehingga membantu semua pihak sesuai peran dan tanggung jawabnya dalam Kompendium.

Kedua peran guru ini tidak dapat digantikan oleh media manapun, karena tim media dapat menggunakan peran emas ini untuk membawa bangsa Indonesia menuju Indonesia yang sejahtera.

Ikuti terus Andelina.me di aplikasi Google News klik following, dapatkan update Pendidikan terbaru dengan sangat mudah.

Untuk berdiskusi tentang Peran Tim Media Dalam Pengembangan Literasi Guru, silahkan tulis pada kolom komentar atau bisa menghubungi dengan klik menu kontak di blog ini, dan share info ini sebanyak-banyaknya ke media sosial kalian ya ^-^ Semoga bermanfaat, salam Pendidikan!

Artikel ini sudah publish dengan link https://www.andelina.me/2022/02/peran-tim-media-dalam-pengembangan.html.

Disclaimer: Setiap artikel yang berhubungan dengan soal-soal beserta kunci jawabannya, bertujuan untuk membantu siswa belajar dalam persiapan menghadapi UTS/PTS maupun UAS/PAT di sekolah. Tidak ada unsur membocorkan soal yang sifatnya rahasia.
Super Thanks Silahkan yang ingin mentraktir Admin, Dana akan digunakan untuk pengembangan website ini www.andelina.me, Terima kasih.