Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Yang Tidak Percaya Adanya Allah Disebut Orang

www.andelina.me - senantiasa selalu diberikan kesehatan, Aamiin. Postingan kali ini Ibu Guru akan membahas Islam, tentang Orang Yang Tidak Percaya Adanya Allah Disebut Orang, Kami berkomitmen menghadirkan rangkuman yang mudah dipahami, efektif dan bermanfaat untuk pembaca, mari tingkatkan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan agar lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.

Orang yang tidak percaya adanya Allah disebut orang kafir atau orang kufur. Disamping itu, makna kata kufur sempat juga diulas oleh KH. Bahauddin Nursalim ataupun lebih dikenali dengan Gus Baha. Gus Baha menggarisbawahi, jika kufur adalah dalam “bahasa agama”, jika dalam kerangka Negara tidak ada istilah kufur, yang ada ialah semua masyarakat Negara.

Menurut Gus Baha, dengan bahasa agama, kafir atau kufur ada dua, pertama kafir semitik atau ahli kitab (Yahudi-Nasrani). Ke-2 , ialah kafir musyrik (non semitik), tidak punyai kitab, penyembah berhala (batu/patung/emas, dan lain-lain). Kafir pakar kitab, ia masih yakin akan ada hari kebangunan, surga, neraka, dan hari hisab (penghitungan amal). Bahkan juga, surga jadi claim mereka (kelompok mereka yang kelak akan tempati). Sementara kafir musyrik ialah kebalikannya, yang anti pada hari kebangunan, tidak memiliki iman ada surga dan neraka.

Iman ke Allah sebagai rukun iman khusus yang harus diimani oleh setiap umat Muslim. Maknanya setiap Muslim yakin akan ada Allah SWT dengan yakini jika Allah itu Maha Esa, Maha Pembuat, Maha Penyayang, dan Maha Pengasih.
Karenanya, panggilan untuk orang yang memiliki iman ke Allah dan patuh jalankan perintahnya disebutkan sama orang Mukmin. Lalu, apa panggilan untuk orang yang tidak memiliki iman ke Allah?

Mencuplik dari buku yang bertema Petunjuk: Allah Paling Luar biasa kreasi HF. Rahadian, orang yang tidak memiliki iman ke Allah disebutkan dengan kafir. Dalam pada itu, untuk sikap memungkiri atau mungkin tidak mengimani akan ada Allah berikut dengan agama yang Ia turunkan lewat beberapa Rasul disebutkan dengan kufur.

Ini seperti yang termaktub dalam firman Allah QS. An Nahl ayat 55 yang mengeluarkan bunyi:

لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Maknanya: “Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).” (QS. An Nahl: 55).

Disebut dalam QS Ar Rum ayat 34:

لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Maknanya: “sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).” (QS. Ar Rum: 34).

Orang yang Tidak Memiliki iman Kepada Allah

Dari ke-2 ayat Al Quran di atas, kata kafir merujuk ke orang yang memungkiri nikmat Allah dan tidak mengucapkan terima kasih pada-Nya.

Merilis dari buku Study Pengetahuan Kalam kreasi Dr. Suryan A. Jamrah, M.A, sikap kufur bisa juga memiliki arti menampik mempercayai ada Allah atau tidak beragama benar-benar (atheis) atau mempercayai Tuhan selainnya Allah.

Dalam Islam, sikap kufur dalam makna memungkiri atau menampik kehadiran Allah dan agama-Nya disebutkan dengan kufur millat. Seperti yang diartikan dalam QS Al Maidah ayat 86:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Maknanya “Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka,” (QS. Al Maidah: 86).

Karenanya, tipe dari orang kafir terdiri jadi empat jenis, salah satunya:

– Kafir inkar, yakni memungkiri tauhid dengan hati dan lisannya;

– Kafir penolakan (Juhud), yakni memungkiri dengan lisannya dan mengaku dalam hatinya;

– Kafir Mu’anid, yakni ketahui kebenaran Islam dalam hatinya dan dipastikan oleh lisannya, tetapi dia menampik memiliki iman;

– Kafir nifaq, yakni mengatakan memiliki iman dengan lisannya, tetapi hatinya memungkiri.

Baca Juga : Hukum Berkurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Kufur

Kufur adalah istilah umum untuk Agama Islam yang bahkan juga cukup kerap disebut dalam Al-Quran. Sering kamu dengarkan kata ini saat dengarkan khotbah dari ustaz favoritmu.

Kufur atau kafir perlu dimengerti artinya untuk tiap orang. Sesudah kamu mengenal artinya, karena itu kamu dapat memakai istilah itu seperti mestinya. Ini bisa membuat kamu terbebas dari menyentuh hati seseorang.

Kufur adalah istilah yang terkait dengan iman atau keyakinan pada Allah SWT dalam agama Islam. Kufur atau kafir ini mempunyai beragam arti yang penting kamu ketahui. Kamu dapat mendapatinya di Al-Qur’an sampai dengarkan keterangan dari ulama.

Pemahaman Kufur Secara Etimologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kufur adalah orang yang tidak yakin ke Allah SWT dan rasul-Nya. Pemahaman dari KBBI ini kurang lebih pasti dapat menolong kamu dalam pahami arti kata kufur dalam islam.

Saat sebelum ketahui makna kata kufur atau kafir dalam islam, bagusnya kamu pahami kata kufur secara etimologi lebih dulu. Kata kufur ini mempunyai akar kata K-F-R yang dari kata kufur yang memiliki arti tutup.

Pada jaman saat sebelum hadirnya Agama Islam, istilah itu dipakai untuk beberapa petani yang menanam benih di kebun, selanjutnya tutup (memendam) dengan tanah. Hingga istilah kufur dapat dimplikasikan jadi “seorang yang sembunyi atau tutup diri”.

Dengan begitu kata kufur menunjukkan makna seorang yang sembunyi atau tutup diri. Kufur adalah seorang yang sembunyi atau tutup diri secara etimologi.

Kufur dalam Al-Quran

Kufur adalah istilah yang kerap ada di dalam Al-Qur’an. Kufur adalah satu kata yang mempunyai beragam arti yang lain dalam Al-Qur’an, yakni seperti berikut:

Kufur at-tauhid (Menampik Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Esa)

Makna kata kufur adalah menampik tauhid, atau menampik jika Tuhan itu Esa. Sama seperti yang terdapat di dalam Surat Al-Maidah ayat 73, berikut ini:

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al-Maidah ayat 73)

Makna kata kufur dalam islam bisa juga mengarah pada Quran Surat Al Maidah ayat 17 ini, yang maknanya:

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?” Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” (Al-Maidah ayat 17)

Kufur al-ni`mah (Memungkiri Nikmat)

Seterusnya, makna kata kufur adalah memungkiri nikmat. Kata ini ditujukan ke beberapa orang yang tidak ingin mengucapkan syukur ke Tuhan. Kamu tentu saja kerap kali dengarkan kata kufur nikmat di kehidupan setiap hari.

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun). (Al-Baqarah ayat 152)

Makna Kata Kufur dalam Islam

Menurut Ketua Dewan Pemikiran Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin, mengutarakan jika kufur adalah ide teologis sekalian benar (terkait dengan penglihatan ketuhanan dan sikap pada hal ketuhanan).

Sama sesuai makna harfiyahnya yakni “tutup”, karena itu kufur memperlihatkan sikap tutup diri, tidak ingin terima, atau memungkiri kebenaran mengenai Allah dan tuntunan-ajaran Allah yang di turunkan sebagai wahyu ke manusia lewat rasul-rasul opsiNya.

Dalam masalah ini, kufur atau kafir dapat dinisbatkan ke mereka yang tidak memiliki iman ke Allah dan tuntunan-ajaranNya, atau ke mereka yang meskipun memiliki iman ke Allah tetapi menentangi tuntunan-ajaranNya dan tidak mengucapkan syukur atas nikmatNya (ada istilah kufur akidah, kufur amal, atau kufur nikmat). Al-Qur’an memperkenalkan konsep-konsep benar yang lain terkait dengan ide kufur, seperti musyrik, fasiq, dan zholim.

 

Makna kata kufur ini perlu diartikan secara tepat oleh tiap orang. Pahami artinya bisa membuat kita terbebas dari beragam permasalahan. Disamping itu, sudah pasti intensi seorang dalam ucapkan sebuah kata harus juga jadi perhatian. Tentu saja satu pengucapan tidak disikapi dengan tanggapan negatif bila tujuan seorang dalam mengatakannya pun tidak memiliki makna negatif.

Baca Juga : Orang Yang Wajib Membayar Zakat Fitrah

Kriteria Pengkafiran Menurut MUI

Perlu dijumpai jika secara pribadi, umat Islam dilarang untuk mengkafirkan orang Islam yang lain. Walau kita mendapati orang yang sesuai deskripsi dengan keterangan awalnya, Islam larang kita untuk mengkafirkan sama-sama Muslim.

Mencuplik dari situs sah Majelis Ulama Indonesia (MUI), MUI keluarkan fatwa mengenai hukum persyaratan dari pengkafiran pada seorang atau satu kelompok orang yang sudah terang penyelewengannya pada aqidah Islam.

Berikut persyaratan pengkafiran (dhawabit at-takfir) menurut fatwa MUI:

1. Orang yang sudah bersyahadat (memeluk agama islam) berlaku atasnya semua hukum-hukum Islam, dan orang yang keluar Islam (kafir) gagal atasnya hukum-hukum Islam.

Terhitung pernikahannya secara automatis gagal, tidak ada hak asuh untuknya pada anaknya, tidak ada hak untuk mewarisi dan mewariskan, apabila wafat pada kondisi kufur tidak dipendam di pemakaman Islam dan mendapatkan terkutuk dan akan jauh dari karunia Allah.

2. Kafir ialah orang yang melawan dan menampik kebenaran dari Allah SWT yang dikatakan Rasul-Nya.

3. Memvonis kafir (takfir) ialah mengeluarkan seorang muslim dari keislamannya sehingga dia dinilai kafir (keluar dari agama Islam).

Takfir sebagai hukum syariat yang tidak boleh dilaksanakan oleh orang-perorang atau instansi yang tidak memiliki integritas dan kapabilitas karena itu. Vonis kafir harus ditetapkan oleh instansi keulamaan yang diotorisasi oleh umat dan negara.

4. Muncul di tengah-tengah masyarakat dua sikap ekstrim, pertama, memandang mudah bahkan juga menghapus vonis kafir (tafrith fi at-takfir). Ke-2 , gampang memvonis kafir (ifrath fi at-takfir). Umat Islam supaya menghindari diri tidak terjerat ke satu dari dua ekstrim itu, yakni ambil opini yang moderat (wasath).

5. Vonis kafir sedapat mungkin dilakukan sebagai usaha paling akhir dengan persyaratan dan proses yang ketat sekali.

Maka bisa diambil kesimpulan jika orang yang tidak memiliki iman ke Allah disebutkan sama orang kafir dengan sikapnya disebutkan dengan kufur. Walau demikian, Islam larang sama-sama umatnya untuk mengkafirkan keduanya.

Perihal ini pula yang membuat MUI keluarkan fatwa khusus berkaitan persyaratan pengkafiran.

Kenapa Tidak Semua Manusia Memiliki iman?

Kawan akrab, beberapa orang yang tidak yakin ada Tuhan, banyak melawan kekuasaan Allah SWT dengan akal mereka.

Ada salah satunya yang menanyakan, “Benar-benar tidak logis. Bila Tuhan benar ada dan Ia Maha Kuasa pada segala hal, lalu kenapa Ia tidak jadikan semua manusia memiliki iman kepada-Nya?,”

Kedengar sebagai pertanyaan yang rasional, tetapi bila kita perhatikan kembali, sebetulnya pertanyaan semacam itu benar-benar sangat konyol. Silahkan kita bikin sebuah pengibaratan.

Anda ialah orang yang kaya raya, baik hati. Anda membuat suatu perusahaan dan memerlukan banyak karyawan. Anggaplah Anda perlu seribu pegawai, bila selanjutnya Anda membuat test penyeleksian tenaga kerja, dan cuman beberapa orang yang lulus test dan interviu saja yang dapat tempati status di perusahaan Anda.

Apa itu aneh? Apa lalu Anda akan dengarkan omongan beberapa orang yang tidak diterima di perusahaan Anda yang protes. “Huuu… Ucapnya orang kaya raya, murah hati. Kok tidak terima kami semuanya menjadi karyawan? Mengapa pilih-memilih? Dasar orang kaya palsuuu!,”

Sebenarnya Allah SWT Maha Berkehendak

Sama semacam itu, Allah SWT membuat dunia ini sebagai tempat ujian saja buat ketahui siapakah yang pas tinggal di sisi-Nya, dan siapakah yang tidak. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT sudah menerangkan:

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS. Yunus : 99)

Terang jika Allah SWT menginginkan tidak seluruhnya manusia memiliki iman. Karena, sudah ada makhluk yang Allah SWT buat pada kondisi patuh dan memiliki iman semua, yaitu malaikat. Malaikat tidak mempunyai kehendak bebas, mereka tidak punyai gairah, semua malaikat ialah hamba Allah SWT yang memiliki iman dan tidak pernah menentang padaNya.

“Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya’ : 19-20)

Namun tidak begitu dengan manusia dan jin. Allah SWT membuat manusia dan jin mempunyai kehendak bebas di mana kita memiliki hak pilih semua suatu hal.sebuah hal. Karena kita mempunyai beberapa pilihan, banyak peluang, itu penyebabnya Allah SWT mengetes kita dengan kehidupan dunia ini. Ada manusia yang kafir, ada yang memiliki iman, ada pula yang munafik. Semua hanya permasalahan opsi kita individu, kita ingin ada di kelompok yang mana? Tidakkah Allah SWT sudah memberikan kita akal untuk berpikiran dan pilih dengan jeli.

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (QS. Yunus : 100)


Ikuti terus www.andelina.me di aplikasi Google News dengan cara klik Following untuk mendapatkan informasi Islam, terbaru dengan sangat mudah.

Demikian Tentang Orang Yang Tidak Percaya Adanya Allah Disebut Orang

Terima kasih atas kunjungannya, untuk berdiskusi tentang Orang Yang Tidak Percaya Adanya Allah Disebut Orang, silahkan tulis pada kolom komentar atau bisa menghubungi dengan klik menu kontak di blog ini, dan jangan lupa untuk share ke media sosial kalian ya ^-^, Sekian dari kami semoga bermanfaat, salam Pendidikan!

Artikel ini sudah publish dengan link https://www.andelina.me/2022/01/orang-yang-tidak-percaya-adanya-allah.html.

Disclaimer: Setiap artikel yang berhubungan dengan soal-soal beserta kunci jawabannya, bertujuan untuk membantu siswa belajar dalam persiapan menghadapi UTS/PTS maupun UAS/PAT di sekolah. Tidak ada unsur membocorkan soal yang sifatnya rahasia.
Traktir via QRIS Silahkan yang ingin mentraktir Admin, Dana akan digunakan untuk pengembangan website ini www.andelina.me, Terima kasih.