Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alur Cerita: Unsur-unsur Intrinsik Cerita

www.andelina.me - senantiasa selalu diberikan kesehatan, Aamiin. Postingan kali ini Ibu Guru akan membahas Pendidikan, tentang Alur Cerita: Unsur-unsur Intrinsik Cerita, Kami berkomitmen menghadirkan rangkuman yang mudah dipahami, efektif dan bermanfaat untuk pembaca, mari tingkatkan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan agar lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.

Unsur-unsur Intrinsik Cerita

Unsur-unsur intrinsik cerita adalah unsur-unsur yang membangun suatu karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur intrinsik cerita antara lain:

Tokoh

Tokoh, pelaku dalam cerita. Berdasarkan peranannya tokoh dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Tokoh utama, adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita. Tokoh ini sering muncul, sering dibicarakan, dan tercantum dalam cerita.
  2. Tokoh tambahan, adalah tokoh yang tidak memiliki peranan penting dalam suatu cerita karena kemunculannya hanya sebagai pelengkap cerita dan mendukung tokoh utama.

Berdasarkan perwatakannya tokoh dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Tokoh protagonis, adalah tokoh yang berwatak baik dan sebagai tokoh utama.
  • Tokoh antagonis, adalah tokoh yang berwatak jahat dan sebagai tokoh penentang dari tokoh utama.
  • Tokoh tritagonis, adalah tokoh penengah antara tokoh protagonis dan antagonis.

Gambar: Alur Cerita: Unsur-unsur Intrinsik Cerita

Latar

Latar, adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.  Latar terdiri dari tiga jenis, yaitu: 

  • latar waktu
  • latar tempat, dan 
  • latar suasana.

Tema

Tema, adalah gagasan atau ide pokok suatu cerita yang bersifat umum dan merupakan dasar cerita.

Amanat

Amanat, pesan atau nadihat yang disampaikan penulis kepada pembaca dan biasanya bersifat positif.

Perwatakan

Penokohan/perwatakan, adalah waktak atau karakter/citra tokoh yang disajikan atau diciptakan penulis.

Alur

Alur, adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita.  Alur terdiri dari tiga jenis, yaitu:

  1. Alur maju, adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan waktu kejadian atau cerita yang bergerak maju.
  2. Alur mundur, adalah rangkaian peristiwa yang urutannya tidak sesuai dengan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur.
  3. Alur campuran, adalah rangkaian peristiwa yang merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur.

Contoh Alur Mundur

Kemarin Agus seharusnya datang ke Sholeh untuk berkompetisi di lapangan dekat rumah Hendro di futsal.

“Astagfirullah, di mana kalian, anak-anak ?! Sudah sekitar waktu ini.” Hendro terlihat sangat kesal.

“Ya, benar. Ayo cari penggantinya. Daripada didiskualifikasi karena terlambat, Leh,” saran Joko.

“Ya, tapi Agus telah berjanji untuk datang, Ko. Dia adalah striker yang paling dibutuhkan di tim ini. Kemampuannya dapat membuat kita menang.” Hendro masih ingin menunggu Agus dan berharap dia akan segera datang.

“Tapi ini hampir dimulai, Leh,” Joko mengingatkan.

“Ya, benar. Ayo, mari kita pergi. Orang-orang suka terlambat, seolah-olah kamu benar-benar tidak bisa mengandalkannya.” Hendro juga menyerah menunggu Agus mengecewakannya.
Roni masih tidak mengerti mengapa Hendro sangat kesal dengannya hari ini. Bahkan, dia tidak ingin menyapa. Akhirnya Agus mencoba bertanya pada Joko karena dia tidak tahan dibungkam seperti ini.

“Apa ?! Kamu tidak tahu kenapa Hendro kesal?” joko tampak terkejut dan tidak percaya dengan pertanyaan Agus.

Dengan wajah yang sedikit kesal, Joko akhirnya memberitahuku segalanya. Agus kaget mendengar cerita Joko. Ternyata semua ini karena kesalahan dan kelalaian Agus sendiri.

Contoh Cerita Alur Maju

Persahabatan Bangau dan Rubah

Pada suatu hari yang cerah ada seekor Rubah yang sedang berjalan-jalan di sekitar hutan. Kemudian Rubah pun berfikir bahwa hari ini cuacanya sangat cerah dan ia bisa pergi untuk  memancing ikan. Selanjutnya rubah pun pulang ke persinggahannya guna mempersiapkan peralatan untuk memancing dan langsung bergegas menuju ke sebuah danau yang berada didalam hutan.

Saat didalam perjalanan menuju danau, rubah sudah membayangkan jika ia akan mendapatkan ikan yang banyak untuk ia makan malam ini. Saat rubah sudah tiba di telaga, ia bertemu dengan seekor burung bangau yang sedang bersantai di seberang danau. Rubah pun menyapa bangau sambil menjulurkan pancingnya kedalam danau, “Hallo bangau, apa yang kamu lakukan disini?”

Bangau pun menjawab dengan santainya, “Aku lagi berenang sembari menikmati air danau yang sangat sejuk ini membasahi bulu-buluku” Jawab sang bangau sambil menggepakkan sayapnya di dalam air. Kemudian Rubah pun mulai memancing dengan harapan yang besar, tak lama kemudian pancingan si Rubah pun bergetar. Ia langsung bergegas untuk menarik pancingnya dan melihat seekor ikan besar yang tersangkut di pancingannya. Dengan perasaan yang penuh suka cita ia pun berkata, “Asyik, aku akan makan besar malam ini. Bangau, apakah kamu ingin makan bersama ku malam ini?” Tanya rubah kepada si bangau sambil membereskan peralatan memancingnya.


Bangau pun langsung menyetujui ajakan dari si rubah. Dan bangau pun datang ke rumah rubah tepat di waktu makan malam, “Tok…tok…tok!!” Rubah pun membuka pintu rumahnya dengan perasaan yang riang dan sambil berkata “Silahkan masuk bangau!”. Mereka berdua pun duduk di meja makan yang sudah ditata rapi oleh rubah. Bangau merasa malam itu ia sangat lapar karena aroma dari makanan yang dimasak oleh rubah sangat mengundang selera dan bangau pun berkata, “Bau makanan nya sangat harum, pasti rasanya akan sangat enak”.

Dan akhirnya makanan pun dihidangkan di meja makan. Rubah memasak sup ikan untuk menu makan malamnya dan meletakkan sup tersebut didalam mangkuk kecil. Melihat hal tersebut, bangau merasa sangat sedih karena ia memiliki paruh yang sangat panjang, tentu akan menyulitkan ia untuk memakan sup yang ada di mangkuk kecil. Bangau hanya bisa berdiam diri sambil menatap sup yang ada dimangkuk tersebut. Rubah yang melihat hal tersebut, langsung bertanya, “Bangau, mengapa kamu tidak memakan sup nya? Apa kamu tidak suka dengan masakan ku?”

Bangau langsung menjawab pertanyaan si rubah dengan raut wajah yang sedih , “Aku memiliki paruh yang panjang sehingga menyulitkan ku untuk memakan sup yang ada di mangkuk itu”. Rubah pun menjawab perkataan si bangau, “Tolong maafkan aku bangau, karena hanya mangkuk itu yang aku punya. Tetapi, sekarang kamu tidak perlu untuk bersedih lagi karena aku sudah menemukan sebuah jalan keluarnya.”

Kemudian rubah pun mengambil sebuah rantang untuk diisi dengan sup ikan sampai penuh dan diberikan kepada bangau. “Bangau, kamu bisa membawa rantang ini pulang dan menikmati makan malammu di rumah.” Ucap si rubah kepada bangau. Dan bangau pun menjawab, “Aku sangat berterima kasih kepada mu, kamu sahabat ku yang sangat baik. Besok aku yang akan mengundangmu untuk datang kerumah ku dan makan malam disana”.

Contoh Cerita Alur Campuran

Dengan kaki diseret, Nina memenuhi panggilan ibunya di dapur.  Jantungnya berdebar kencang, butiran keringat dingin membasahi dahinya, bibir bawahnya digigit agar tidak ikut bergetar. Ia merasa ingin segera menghilang dari dunia ini. Setiap langkah yang ia ambil seolah langkah dengan berat ratusan kilogram.

Ia teringat dengan kejadian tadi pagi dimana ia terbangun dengan kondisi tempat tidur yang basah. Ya, Nina mengompol. Ia merasa sangat ketakutan sekaligus malu. Apa yang akan dibilang orang-orang nanti? Sudah SMP tapi masih ngompol?

Nina segera memutar otak mencari jalan keluar.

“Oh iya, ibu kan punya pengering rambut. Aku akan coba pakai itu. Tapi.. Ibu melarangku memakai benda itu. Aduuuhh, gimana nih?” Nina masih belum menemukan jalan keluarnya.

“Ah, aku pinjam sebentar saja. Sepertinya ibu sedang mandi, akan aku ambil sekarang saja.” Akhirnya Nina pun memutuskan untuk nekat.

Dengan mengendap-endap ia masuk ke kamar ibu ketika ibu masih di kamar mandi. Ayah sudah pergi kerja sejak subuh tadi sehingga suasana pun mendukung.

“Ini dia! ” ujar Nina sambil mencium pengering rambut yang ditemukannya.

Dengan segera, ia kabur ke dalam kamarnya dan langsung menggunakannya untuk mengeringkan tempat tidur. Tidak perlu waktu lama untuk membuatnya terlihat kering. Tapi petaka pun terjadi…

Nina tak sengaja menjatuhkan alat tersebut ketika akan mencabut kabelnya. Beberapa bagian dari alat tersebut pun ikut retak dan pecah. Spontan seluruh tubuhnya gemetaran ketakutan. Tanpa pikir panjang, ia segera menyembunyikan alat itu ke dalam lemari.

Kini ia harus menghadapi ibu yang pastinya akan menanyakan soal alat tersebut.

“Ya, Bu,” akhirnya langkah yang super berat tadi sampai juga di hadapan ibu.

“Langsung ke intinya saja. Ibu tidak suka ada pencuri di rumah ini,” Ibu mulai mengeluarkan kalimatnya.

“Kamu bisa ijin dulu sama ibu, kan? Tidak perlu diam-diam mengambil barang ibu. Dulu kamu masih SD, makanya Ibu larang. Sekarang kamu boleh memakainya tapi jangan diam-diam begitu, apalagi tidak kamu kembalikan ke tempatnya,” mulut Ibu komat kamit mengeluarkan semua keluhannya.

Nina hanya bisa tertunduk mendengarnya.

“Memangnya kamu keramas tadi pagi sampai butuh pengering rambut?” Ibu mulai menginterogasi.

“Nina ngompol, Bu,” Nina pun mulai menangis karena tak tahan lagi. “Tapi Nina gak sengaja merusak pengering rambut Ibu.”

Ibu pun tak jadi marah, ia malah tertawa lepas.

Konflik

Konflik, adalah peristiwa atau kejadian penting yang diperlukan dalam mengembangkan alur cerita. 

Klimaks

Klimaks, adalah peristiwa dimana sebuah konflik telah mencapai intensitas tertinggi dan tidak dapat dihindari.


Ikuti terus www.andelina.me di aplikasi Google News dengan cara klik Following untuk mendapatkan informasi Pendidikan, terbaru dengan sangat mudah.

Demikian Tentang Alur Cerita: Unsur-unsur Intrinsik Cerita

Terima kasih atas kunjungannya, untuk berdiskusi tentang Alur Cerita: Unsur-unsur Intrinsik Cerita, silahkan tulis pada kolom komentar atau bisa menghubungi dengan klik menu kontak di blog ini, dan jangan lupa untuk share ke media sosial kalian ya ^-^, Sekian dari kami semoga bermanfaat, salam Pendidikan!

Artikel ini sudah publish dengan link https://www.andelina.me/2020/11/alur-cerita-unsur-unsur-intrinsik-cerita.html.

Disclaimer: Setiap artikel yang berhubungan dengan soal-soal beserta kunci jawabannya, bertujuan untuk membantu siswa belajar dalam persiapan menghadapi UTS/PTS maupun UAS/PAT di sekolah. Tidak ada unsur membocorkan soal yang sifatnya rahasia.
Traktir via QRIS Silahkan yang ingin mentraktir Admin, Dana akan digunakan untuk pengembangan website ini www.andelina.me, Terima kasih.